Minggu, 31 Maret 2013

Latar Belakang Masalah dari “Pengertian dan Sifat dari Bank”

Latar Belakang Masalah dari “Pengertian dan Sifat dari Bank”

Bank sebagai penghimpun dana masyarakat (financial intermediary) memiliki posisi strategis dalam perekonomian suatau Negara. Tersedia atau tidaknya dana masyarakat melalui perbankan akan mempengaruhi perkembangan pembangunan karena dapat mempengaruhi produktivitas masyarakat yang tidak berkecukupan modal untuk berproduksi. Bertolak dari posisi strategis bank tersebut, perbanakan Indonesia di bangun dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Dasar beroperasinya bank adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan juga sebaliknya tanpa adanya kepercayaan perbankan terhadap masyarakat maka kegiatan perbankan tidak akan berjalan baik.

pengertian dan sifat bank


PENGERTIAN DAN SIFAT BANK
Pengertian Bank
Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan. Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.
Sifat khusus industri perbankan, ada dua yaitu :
1.     sebagai salah satu sub-sistem industry jasa keuangan. Bank bisa disebut juga sebagai jantung jasa keuangan. Disebut sebagai jantung, karena bank sebagai motor penggerak roda perekonomian suatu negara, salah satu leading indicator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara . Jika perekonomian suatu negara. Jika perbankan mengalami suatu masalah keterpurukan, hal ini adalah indikator perekonomian negara yang sedang sakit
2.     Industri perbankan. Industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution). Kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution) adalah segala-galanya bagi bank. Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, bank akan menghadapi “rush” dan akhirnya koleps. Di AS pada abad 19-20, setiap 20 tahun sekali terjadi krisis perbankan sebagai akibat krisis kepercayaan ( Lash, 1987 : 8 ).
Sementara, akar masalah perbankan di Indonesia sebenarnya bisa ditelusuri dari kebijakan umum tentang perbankan. Arah kebijakan tersebut adalah liberalisasi yang monumental yaitu liberalisasi perbankan 1 Juni 1983 dan Paket Oktober (Pakto)1988. bisnis perbankan adalah bisnis yang secara langsung bersentuhan dengan uang. Jadi tidak heran hal itu akan memancing tindakan kejahatan dari berbagai pihak untuk menyelewengkan uang bank demi kepentingan pribadi (moral hazard). Maka sangat beralasan jika pengawasan BI harus kuat dalam menghadapi bankir nakal yang memanfaatkan loopholes atas sejumlah peraturan yang ada (PBI). Dari beberapa sifat tersebut, bank merupakan perantara antara mereka yang kelebihan dana dan disimpan (deposan) dan mereka yang membutuhkan dana (debitur), ladi hakikatnya bank tidak mengelola modal atau uangnya sendiri. Karena itu dalam industri perbankan berlaku ketentuan universal yang mengacu pada standard Bank for International Settlement (BIS) yaitu rasio kecukupan modal sendiri terhadap total modal atau lazim dikenal dengan aipital adequacy ratio (CAR) minimum 8 %, yang kemudian secara bertahap wajib ditingkatkan menjadi 10% dan 12%. Ini sebagai pengalaman pahit bagi BI agar penelusuran akar masalah Bank Century khususnya, dan bank-bank lain yang sedang atau akan terjadi serta bagaimana langkah seharusnya yang ditempuh tetap penting dilakukan secara prudent supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.

sumber : www.google.com

HUBUNGAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MENABUNG DI BANK DENGAN KEMAJUAN PEREKONOMIAN NEGARA.


HUBUNGAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MENABUNG DI BANK DENGAN KEMAJUAN PEREKONOMIAN NEGARA.
Dalam bahasa yang sederhana dalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang manfaaatnya dapat di rasakan kemudian. Namun dalam penerapan sehari-harinya masyarakat indonesia khususnya masih banyak yang belum melakukan menabung di Bank. Bank Indonesia (BI) pernah merilis suatu laporan yang menyebutkan, tingkat menabung masyarakat Indonesia  masih tergolong rendah. Tahun lalu, saving rate di Indonesia hanya sekitar 44,2 persen. Perbankan yang ada belum mampu menyentuh sekitar 50 juta orang yang seharusnya mampu menabung.
Beragam cara sudah di usahakan oleh BI untuk memperbesar gairah menabung masyarakat. Pada tahun 2010 lalu, contohnya, BI mengedukasi masyarakat melalui program tabunganku. Program ini hanya memerlukan biaya Rp. 10 ribu dan tidak ada ongkos administrasi. Pada bulan oktober 2011, program ini mampu menjaring 1,97 juta rekening dengan jumlah nominal Rp. 2,008 triliun. Tidak hanya Bank BI, Bank Bukopinpun memberikan solusi dalam menarik minat masyarakat dengan menabung dengan melalui program hadiah langsung gadget. Bank Bukopin menyediakan hadiah berupa Galaxy Note N7000-16GB, Galaxy S III, Galaxy tab II, Blackberry Dakota, Ihope 4S-16 GB, dan iPad 3 apabila nasabah bersedia menempatkan dananya selama jangka waktu tertentu (12, 14, 36, 48, dan 60 bulan.
Sejumlah Bank telah menyediakan fasilitas agar nasabahnya dapat meresakan bantuan untuk mewujudkan segala mimpi di masa depan. Tabungan untuk rencana hari depan ini bukan hanya dengan membereikan suku bunga yang aktraktif dan kelenturan jumlah setoran, tetapi juga melengkapinya dengan asuransi. Bank Mandiri misalnya, menghadirkan Mandiri Tabungan Mandiri Rencana. Produk ini memberikan jangka waktu menabung sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan pilihan satu tahun sampai 20 tahun. Jumlah setoran bulanan juga relatif ringan dan terjangkau, mulai dari Rp. 100 ribu atau 10 dollar AS hingga tak terbatas. Dan ada juga beberapa bank yang menyediakan fasilitas internet banking.
Namun, dengan semua fasilitas dan beberapa tawaran-tawaran yang menjanjikan dari beberapa bank di atas, masih saja banyak masyarakat yang tidak memiliki kemauan untuk menabung di Bank. Padahal kebiasaan menabung di Bank pada akhirnya akan membantu Negara dalam menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan penyediaan modal untuk pembangunan nasional. Dan bila itu terwujud, paparan krisis ekonomi yang terjadi di Negara lain tak akan berakibat begitu fatal. Dan Negara pun kian mandiri.